Tuesday, October 9, 2012

Sekilas Aku

Aku lahir di pedalaman Kalimantan Selatan, tepatnya di sebuah desa kecil bernama Bubuas, Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin Kalsel di akhir tahun 1970. Aku tinggal disana bersama keluarga hingga usia 7 tahunan. Sekitar tahun 1978, keluargaku meninggalkan desa kelahiranku mencoba peruntungan ke kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Banyak kenangan masa kecil yang tertinggal di desa kelahiranku selama aku hidup sekitar 7 tahun di sana. Hingga saat postingan ini aku buat, belum sekalipun aku menjejakkan langkahku lagi ke bumi kelahiranku, betapa pun aku sangat merindukannya dan ingin mengetahui keadaan dan perkembangan kampung halamanku setelah sekian lama kutinggalkan.

Di Palangkaraya aku mulai sekolah tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama dan lulus tahun 1985. Kemudian melanjutkan ke MTsN Palangkaraya 1985-1988. Di kota inilah aku tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang sangat sederhana dan seakan serba kekurangan walaupun segala macam jenis usaha atau pekerjaan telah diupayakan oleh bapak ibuku, mulai dari pembuat kerupuk, jualan kue, jualan es hingga mencoba membuka toko klontong termasuk juga jualan kelapa biji dan kelapa parut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargaku. Keluargaku hidup di rumah kontrakan mulai di Kampung Baru kemudian pindah ke Jl. Kalimantan di pinggiran Sungai Kahayan, kemudian pindah kontrakan lagi ke Pasar Kameloh hingga tahun 1988.

Setelah sekitar 10 tahun menetap di Palangkaraya, pertengahan tahun 1988, tepatnya setelah lulus MTsN Palangkaraya, aku memberanikan diri ikut seleksi masuk sekolah di Yogyakarta. Sejak tahun 1988 itulah aku berangkat ke Yogyakarta untuk melanjutkan sekolah di MAPK yang berlokasi di MAN Yogyakarta 1 Jl. C. Simanjuntak 60 Yogyakarta, meninggalkan seluruh keluargaku, Bapak-Ibu dan 4 orang adik-adikku di Palangkaraya, termasuk seluruh keluargaku, guru-guruku, teman-teman sepermainan, teman-teman sekolah dan lingkungan yang telah aku jalani selama ini untuk mencoba sesuatu yang baru di luar kota, di lain pulau yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, bahkan tidak pernah terbayangkan sedikitpun sebelumnya.

Seiring dengan keberangkatan ke Yogyakarta, tidak lama kemudian keluargaku pindah ke pedalaman Kalimantan Tengah untuk mencoba kehidupan baru di daerah pendulangan emas Hampalit, kemudian berpindah lagi ke kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur kemudian diakhir tahun 1998an kembali pulang dan menetap pinggiran Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya.

Sementara aku memulai kehidupan baru di Yogyakarta, mulai di Wijilan dekat Alun-Alun Utara Yogyakarta, kemudian menetap di Asrama MAPK MAN Yk 1 hingga lulus tahun 1988. Dengan seizin keluarga, terutama pamanku (pakde) aku meneruskan kuliah di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tahun pertama kuliah aku kontrak kamar di daerah Sapen Timur, tahun kedua pindah ke Sapen Barat dan sejak tahun ketiga tinggal di Asrama Putra IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga lulus kuliah tahun 1998.

Mengingat keterbatasan kemampuan orang tuaku, selama sekolah hingga lulus kuliah (1988-1998) aku cuma sempat pulang kampung sebanyak 3 kali, yaitu tahun 1989 karena masih adaptasi dengan suasana kota yang baru, kemudian tahun 1992, setelah setahun kuliah dan terakhir tahun 1997 sebelum aku menyelesaikan kuliahku.

Tahun 2000 aku menikah dengan Tri Ulfah Susanti, lulusan Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adik angkatanku ketika masih mahasiswa. Resepsi pernikahanku dihadiri Bapak Ibuku serta 2 orang adikku dan Budheku yang untuk pertama kalinya menjejakkan kaki mereka ke tanah Jawa.

Tahun 2001, istriku mengalami keguguran dan kehilangan janin kembar berusia 4 yang dikandungnya. Di tahun itu juga, tepatnya 12 Nopember 2001 aku melanjutkan kuliah di Magister Management Program Pascasarjana UII Yogyakarta.

Tanggal 20 Mei 2002, istriku melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian kami beri nama Faqih Jiddan Ilmi yang ternyata atas kehendak Allah Swt Sang Maha Kuasa cuma diberi usia 23 hari, kemudian meninggal dunia setelah 1 hari di rumah bersalin, kemudian 2 minggu di RSI Klaten serta seminggu di RS Sardjito Yogyakarta, tanpa sempat mampir ke rumah kecuali setelah meninggal dunia.

Tahun 2004, tepatnya tanggal 11 Mei 2004 aku merampungkan kuliah S-2 ku di MM UII Yogyakarta dan di akhir tahun mengajak istriku untuk pertama kalinya ke Palangkaraya tempat keluarga besarku tinggal.

Tahun 2005 aku kembali pulang ke Palangkaraya karena ibuku sakit dan meninggal dunia. Setahun kemudian 2006 aku kembali pulang ke Palangkaraya karena bapakku meninggal dunia berselisih 3-4 hari setelah istriku melahirkan anak kami Maulida Yauma Yusfa pada tanggal 26 April 2006, atau satu bulan setelah Gempa Yogyakarta 27 Maret 2006.

Sejak kelahiran anak kami Maulida Yauma Yusfa, 26 April 2006, yang sekarang masih menjadi anak tunggal kami berusia 6.5 tahun, aku sekeluarga menetap di Kemit Kwaren Ngawen Klaten Jateng daerah asal istriku bersama keluarganya hingga sekarang.

No comments:

Post a Comment