Monday, October 22, 2012

Aktifitasku di Organisasi


Setelah hampir tiga tahun bergelut dengan berbagai aktifitas organisasi selama sekolah di MAN Yogyakarta 1, tahun 1991 aku lulus dan melanjutkan kuliah di Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Karena aktifitas organisasi seakan sudah mendarah daging dalam kehidupanku, sejak masuk IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pun aku terus melanjutkannya. Sejak masa Ospek, aku sudah mulai ikut aktif di tingkat Fakultas, terutama di organisasi intra kampus. Di akhir tahun 1991 itu pula aku ikut Latihan Kader Dasar (LKD) –sekarang istilahnya jadi PKD, Pelatihan Kader Dasar—untuk bergabung menjadi anggota baru organisasi ektra kampus PMII Rayon Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga dan diakhir pelatihan aku terpilih menjadi Sekretaris Korp Alumni Pelatihan tersebut.

Tahun 1992 aku semakin aktif di kegiatan kampus dan menjadi anggota Kelompok Studi dan Bantuan Hukum (KSBH) Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga. Di tahun 1992 itu pula aku banyak “berguru” kepada para senior di PMII yang sedang sibuk mempersiapkan Pemilu Mahasiswa untuk pertama kalinya di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah sekian lama fakum kepengurusan organisasi kemahasiswaannya secara formal. Hampir setiap rapat koordinasi di Kombes (sekretariat bersama, dulu) aku selalu berusaha ikut hadir walaupun cuma untuk sekedar “mendengarkan” mengingat statusku yang masih “bayi” untuk tingkatan mahasiswa, karena baru semster II. Tapi justru dari pengalamanku secara langsung bergumul dengan para senior itulah yang dikemudian hari menjadi bekal yang sangat berharga dan pengetahuan yang tak ternilai harganya ketika aku terjun langsung dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus di tahun-tahun berikutnya.

Sejak Pemilu Mahasiswa tahun 1992 itu aktifitasku tidak lagi sebatas di Fakultas Syari’ah, tetapi juga ikut aktif di kegiatan-kegiatan di tingkat Institut “membantu” para pengurus baru Senat Mahasiswa Institut (SMI) yang baru terpilih dan terbentuk. Tahun 1992  itu juga aku ikut bergabung menjadi anggota Ikatan Mahasiswa Syari’ah Indonesia yang menyelenggarakan berbagai kegiatan di kampus putih ketika itu.

Sementara di PMII aku dijadikan bendahara Rayon PMII Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 1992-1993, setahun kemudian, untuk Periode 1993-1994 aku terpilih menjadi Ketua Rayon PMII Fakultas Syari’ah dengan agenda besar adalah mempersiapkan kader-kader terbaik PMII untuk Pemilu Mahasiswa tahun 1994 disamping berbagai agenda rutin lainnya terutama pelaksanaan LKD.

Tahun 1993 aku bergabung dengan OG. Al-Jami’ah, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mewadahi mahasiswa-mahasiswi yang mempunyai kegemaran, bakat dan minat di bidang musik, khususnya musik kasidah dan dangdut di kampus putih.

Tahun 1994 melalui Pemilu Mahasiswa aku terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Institut (SMI) IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Periode 1994-1996 hasil kerja keras teman-teman PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama seluruh Pengurus Rayon PMII di masing-masing Fakultas. Di tingkat rayon, kepengurusan Rayon PMII Fakultas Syari’ah juga berhasil mengantarkan kader-kader terbaiknya ketika itu seperti Zaini Rahman, Andy Syarifuddin, Anang Chairul Mujab, Abd Fattach, Nur Hasyim (Boim) dll, untuk memenangkan pertarungan di Pemilu Mahasiswa tersebut dan menduduki hampir seluruh jabatan strategis di organisasi kemahasiswaan di tingkat Fakultas maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di masing-masing Jurusan.

Dapat dikatakan sejak tahun 1993 hingga diakhir kepengurusan tahun 1996, aktifitasku selain kuliah ada di tiga organisasi utama, yaitu PMII untuk kegiatan ekstra kampus, SMI untuk intra kampus dan OG. Al-Jami’ah untuk pengembangan bakat dan kegemaran, di samping berbagai macam organisasi atau kumpulan lain di tingkat Fakultas maupun Institut.

Tahun 1996-1997 aku didaulat untuk menjadi Ketua UKM OG. Al-Jami’ah sambil berangsur-angsur mengurangi aktifitasku di organisasi, baik di PMII maupun intra kampus untuk lebih memfokuskan penyelesaian kuliahku.

Berbagai macam cerita, pengalaman, suka-duka, pahit manisnya organisasi telah aku rasakan dan aku alami selama menjadi mahasiswa, mulai tahun 1992, terutama sejak tahun 1993 hingga 1997, bahkan sampai tahun 1998 ketika Indonesia bergejolak pun jiwa aktifis kita kembali bangkit untuk mendampingi teman-teman kita di organisasi formal. Namun dari sekian banyak peristiwa semasa menjadi aktifis kegiatan kemahasiswaan, paling tidak ada tiga peristiwa penting yang aku terlibat secara langsung dan sedikit banyaknya ikut mempengaruhi langkah kehidupanku di masa berikutnya.

Tahun 1992 : Demonstrasi besar-besaran di Kampus Putih IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ketika SMI dipimpin oleh Al-Zastrouw Ng. Melalui demonstrasi tersebut kemudian mahasiswa berhasil menduduki Kantor Rektorat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan membatalkan jadwa ujian semester dengan salah satu aksinya adalah meng-alteko seluruh gembok/kunci ruang kelas, atau ruang perkuliahan sehingga tidak bisa dibuka dan ujian semester terpaksa dibatalkan.

Tahun 1996 : Pengurus SMI Periode 1994-1996 melakukan gugatan class action menggugat Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke PTUN atas kesemrawutan pengumuman dan penerimaan mahasiswa baru IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1996-1997. Aksi SMI tersebut mendapat dukungan secara penuh dari PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang saat itu Ketua-nya adalah Suswati (Ushuluddin, sekarang istri Kang Jadul Maula). Beberapa kali SMI bertemu langsung dengan pihak Rektorat di Sidang PTUN Semarang dan sejak saat itulah hubungan antara SMI dengan Rektorat menjadi buruk dan kisruh.

Tahun 1997 : Aku bergabung ke komunitas musik Ki Ageng Ganjur yang dibentuk oleh Al-Zastrouw Ng bersama beberapa teman, kemudian hampir sepanjang tahun 1997-1998 dengan group musik tersebut melakukan Istighotsah keliling ke berbagai daerah menyikapi perkembangan sosial politik kebangsaan yang semakin panas dan semrawut hingga akhirnya meletus peristiwa 27 Juli 1998.

Tiga peristiwa itulah yang sedikit banyaknya ikut mempengaruhi perjalanan hidupku, saat itu maupun untuk kehidupan yang akan datang. Peristiwa tahun 1992 membentuk kesadaran jiwa dan semangat aktifisku untuk terus berjuang dan bergelut di dunia organisasi kemahasiswaan, kemudian tahun 1996 menjadikan aku sebagai salah satu orang atau musuh utama Rektorat yang seakan mencoreng rumah sendiri dan secara tidak langsung aku dimasukkan daftar hitam untuk berbagai aktifitas di masa berikutnya, sedangkan peristiwa tahun 1997 adalah titik balik perubahan jalur kehidupanku dari hingar-bingar politik kampus, organisasi  dan segala dinamikanya beralih ke dunia baru melalui jalur musik dan kebudayaan sebagai media perjuangan dan kehidupan. Mungkin itu merupakan buah dari aktifitasku di tiga organisasi berbeda dulu, PMII di Ekstra, SMI di Intra dan OGA di bakat minat dan kegemaran.....Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment