Friday, October 12, 2012

Pendidikan Lanjutanku


Setamat pendidikan dasar di MIS NU Palangkaraya, aku kemudian melanjutkan pendidikan di MTsN Palangkaraya yangberlokasi di Jl. AIS Nasution Palangkaraya, dekat dengan Stadion Sanaman Mantikai, Perpustakaan Wilayah, Kementerian Agama Kotamadia Palangkaraya dan bersebelahan dengan SMAN 1 Palangkaraya dan SMK Keguruan Olahraga (dulu SGO) Palangkaraya.

Menurutku, jika di tingkat dasar kita benar-benar dibekali dengan pengetahuan, sikap, tingkah laku dan segala hal yang bersifat mendasar sebagai landasan untuk pengembangan watak dan kepribadian di masa yang akan datang, maka implementasi dari apa yang kita peroleh di pendidikan dasar tersebut mulai kita temui dan kita praktekan secara bertahap dimulai dari pendidikan tingkat lanjutan pertama kita.

Jika di tingkat dasar sebagian besar kita hanya diajari, maka sejak pendidikan lanjutan kita mulai bisa belajar sendiri. Demikian juga halnya dalam hal bermain dan pertemanan, jika di SD kita sekolah belajar dan bermain serta berinterkasi dengan teman sepermainan, maka mulai tingkat SLTP/SMP kita mulai memilah-milah jenis permainan yang sesuai dengan usia kita, sesuai dengan bakat dan minat kita serta kemampuan kita. Dalam hal pertemanan juga demikian, kita tidak lagi hanya sekedar berteman untuk bermain, tetapi mulai bisa belajar memahami dan memaknai arti sebuah pertemanan, persahabatan dan kita mulai mengklasifikasikan atau mengelompokkan teman-teman kita, misalnya sebagai teman bermain, teman berkumpul, teman belajar atau teman apapun menurut anggapan kita masing-masing meskipun kadang-kadang orangnya mungkin juga sama.

Hal ini sesuai dengan perkembangan tingkat usia dan kemampuan berfikir serta adaptasi kita dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas dan lebih kompleks dari tingkatan sekolah dasar yang dulu kita lalui. Dan biasanya mulai tingkatan ini pula kita bisa menilai dan memperhatikan lawan jenis kita meskipun pada tahap yang sangat awal dan sangat sederhana. Meskipun kadang-kadang bagi sebagian orang, di tingkat dasarpun sudah mengenal atau memperhatikan lawan jenis kita, tetapi biasanya masih dalam batas dijodoh-jodohkan teman-teman kita tanpa ada kesengajaan dari kita.

Kembali ke kisah sekolahku di MTsN palangkaraya. Aku masuk atau diterima di MTsN Palangkaraya tahun 1985 bersama sekitar 30an orang dari teman-temanku di MIS NU yang juga melanjutkan sekolah disana, jadi setidaknya aku akan kembali bertemu dengan sebagian teman-teman lamaku diantara sekian banyak teman baru di sekolah yang baru.

Teman-temanku dari MIS NU Palangkaraya yang juga melanjutkan ke MTsN Palangkaraya antara lain yang masih ingat nama-namanya adalah Dahliani, Salmiah, Tajudinoor (Tajudinoor Asra), Syaifullah, Bahriannoor, Fitriadi, Haris Fadillah, Rahmat Fahmi, Siti Hafsah, Erni Rosidah, dll.

Di kelas I aku ditempatkan di kelas I A dengan Wali Kelas di Semester I adalah Bapak Drs. Mukhtar Ar sedangkan di Semester II Wali Kelasnya adalah Bapak Samzaeni. Berdasarkan hasil nilai Buku Rapor MTsN Palangkaraya yang masih aku simpan dan aku dokumentasikan hingga sekarang, berdasarkan pembagian raport tgl 4 Juni 1986 aku dinyatakan naik ke kelas II dengan nilai rata-rata Semester I adalah 8, sedangkan Semester II 8,3 sebagai ranking I di kelas I A. Aku lupa siapa saja teman-temanku yang sekelas di kelas I A tersebut.

Naik kelas II aku menempati Kelas II D, salah satu teman sekelasku di II D yang masih aku ingat hingga sekarang adalah Rusmansyah (Rusmansyah Kameeswara) yang kemudian juga menjadi temanku untuk melanjutkan sekolah di Yogyakarta bahkan hingga IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Wali Kelasku di II D Semester I adalah Bapak Drs. Jamaluddin, sedangkan di Semester II adalah Bapak Drs. Saleh. Prestasi bagus masih dapat aku pertahankan dengan nilai rata-rata Semester I 8,2 dan Semester II 8,05 untuk naik ke kelas III sebagai rangking pertama.

Kelas III aku menempati Kelas III A dengan Wali Kelas adalah Ibu Dra. Tutut Sholehah, sekarang salah satu staff pengajar di STAIN Palangkaraya. Menurutku pengalamanku paling seru selama di MTsN Palangkaraya ada di Kelas III A tersebut yang membuat aku hampir hafal semua teman-teman sekelas, yang nantinya akan aku posting secara terpisah tentang itu.

Alhamdulillah di kelas III inipun aku masih sanggup mempertahankan prestasi belajarku dengan menempati ranking pertama dengan nilai rata-rata 8,1 baik untuk Seemester I maupun Semester II dan dinyatakan lulus pada tahun 1988.

Selama di MTsN Palangkaraya, hampir semua kegiatan sekolah aku ikuti secara aktif, mulai dari kegiatan olahraga, OSIS, Pramuka dan berbagai kegiatan lainnya. Bahkan pada tahun 1986-1987 pada saat duduk di kelas II aku menjadi Ketua OSIS MTsN Palangkaraya, organisasi resmi pertama yang aku pimpin secara formal.

Dalam hal belajar, aku berkumpul bersama Salmiah, Dahliani, Tajudinnoor, Mujibah, empat orang temanku yang seakan membentuk 5 sekawan yang sebenarnya masing-masing bersaing sangat ketat dalam hal rangking pelajaran di sekolah dan kami ber-4 kecuali Mujibah, sama-sama keluaran dari MIS NU Palangkaraya yang melanjutkan sekolah di MTsN Palangkaraya.

Dalam hal pertemanan, teman terakrabku di MTsN Palangkaraya adalah Syahrani , M. Fauzi dan Bahriannor di Kelas III A, ada juga yang beda kelas seperti Rusmansyah , Fitriadi Anang Kurihing, Marsako (Marsako Kp), Endang Hastuti, Fithratiyah, Hariyadi, M. Sidik, dll.  Sedangkan teman-teman kakak kelas yang aku kenal dan akrab antara lain adalah Syahrani (nama sama tapi kakak kelasku), Murjani, M. Rifani, Hendra Darmadi, Darmawatie Sandan, Rina Rusmalina, Ami Mastati dan Lusi Apriani. Kakak kelas diatasnya lagi antara lain adalah Faridah, Nur Ainawiyah, Ardiansyah dll.

Beberapa adik kelas yang sempat aku kenal dan sedikit akrab antara lain adalah Noormansyah, Khairullah, Monses Fiatna, Qoyyimah, Fitriani, AanAbida Wasilah, Tri Wahyu Ningsih, dll. Beberapa kakak kelasku yang dulu kukenal sangat aktif di Pramuka antara lain adalah Syaiful Bahri, M. Lilis, Sujatmi, M. Iqbal, dll.

Orang-orang yang berjasa besar sebagai guru-guruku di MTsN Palangkaraya antara lain adalah Dra. Hj. Apong Atikah, Kepala Sekolah yang kemudian digantikan Bapak Drs. Yusran Hasani, Ibu Dra. Tutut Sholehah wali kelasku di III A, Ibu Badriyah guru Bahasa Arabku sekaligus Pembina OSIS-ku, Ibu Noorham guru Aqidah-Akhlaq-ku, Ibu Sujamsih, Bapak Rosyidi, Pak Samzaeni, Pak Joko Purwono, Ibu Anis, Bapak Bahrudin, Bapak Abdul Ghaffar (dulu Kepala TU) dan staf-stafnya seperti Ibu Rida, Ibu Nila dll. Mereka semua, mungkin masih ada yang lupa aku sebutkan satu persatu, adalah orang-orang yang berjasa membimbingku, memberikan pengaruh positif dalam salah satu babak kehidupanku ketika menempuh pendidikan di MTsN Palangkaraya.

No comments:

Post a Comment