Setamat pendidikan dasar di MIS NU Palangkaraya, aku kemudian
melanjutkan pendidikan di MTsN Palangkaraya yangberlokasi di Jl. AIS Nasution
Palangkaraya, dekat dengan Stadion Sanaman Mantikai, Perpustakaan Wilayah,
Kementerian Agama Kotamadia Palangkaraya dan bersebelahan dengan SMAN 1
Palangkaraya dan SMK Keguruan Olahraga (dulu SGO) Palangkaraya.
Menurutku, jika di tingkat dasar kita benar-benar dibekali dengan
pengetahuan, sikap, tingkah laku dan segala hal yang bersifat mendasar sebagai
landasan untuk pengembangan watak dan kepribadian di masa yang akan datang,
maka implementasi dari apa yang kita peroleh di pendidikan dasar tersebut mulai
kita temui dan kita praktekan secara bertahap dimulai dari pendidikan tingkat
lanjutan pertama kita.
Jika di tingkat dasar sebagian besar kita hanya diajari, maka sejak
pendidikan lanjutan kita mulai bisa belajar sendiri. Demikian juga halnya dalam
hal bermain dan pertemanan, jika di SD kita sekolah belajar dan bermain serta
berinterkasi dengan teman sepermainan, maka mulai tingkat SLTP/SMP kita mulai
memilah-milah jenis permainan yang sesuai dengan usia kita, sesuai dengan bakat
dan minat kita serta kemampuan kita. Dalam hal pertemanan juga demikian, kita
tidak lagi hanya sekedar berteman untuk bermain, tetapi mulai bisa belajar
memahami dan memaknai arti sebuah pertemanan, persahabatan dan kita mulai
mengklasifikasikan atau mengelompokkan teman-teman kita, misalnya sebagai teman
bermain, teman berkumpul, teman belajar atau teman apapun menurut anggapan kita
masing-masing meskipun kadang-kadang orangnya mungkin juga sama.
Hal ini sesuai dengan perkembangan tingkat usia dan kemampuan berfikir
serta adaptasi kita dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas dan lebih
kompleks dari tingkatan sekolah dasar yang dulu kita lalui. Dan biasanya mulai
tingkatan ini pula kita bisa menilai dan memperhatikan lawan jenis kita
meskipun pada tahap yang sangat awal dan sangat sederhana. Meskipun
kadang-kadang bagi sebagian orang, di tingkat dasarpun sudah mengenal atau
memperhatikan lawan jenis kita, tetapi biasanya masih dalam batas
dijodoh-jodohkan teman-teman kita tanpa ada kesengajaan dari kita.
Kembali ke kisah sekolahku di MTsN palangkaraya. Aku masuk atau
diterima di MTsN Palangkaraya tahun 1985 bersama sekitar 30an orang dari
teman-temanku di MIS NU yang juga melanjutkan sekolah disana, jadi setidaknya
aku akan kembali bertemu dengan sebagian teman-teman lamaku diantara sekian
banyak teman baru di sekolah yang baru.
Teman-temanku dari MIS NU Palangkaraya yang juga melanjutkan ke MTsN
Palangkaraya antara lain yang masih ingat nama-namanya adalah Dahliani,
Salmiah, Tajudinoor (Tajudinoor Asra), Syaifullah, Bahriannoor, Fitriadi, Haris
Fadillah, Rahmat Fahmi, Siti Hafsah, Erni Rosidah, dll.
Di kelas I aku ditempatkan di kelas I A dengan Wali Kelas di Semester
I adalah Bapak Drs. Mukhtar Ar sedangkan di Semester II Wali Kelasnya adalah
Bapak Samzaeni. Berdasarkan hasil nilai Buku Rapor MTsN Palangkaraya yang masih
aku simpan dan aku dokumentasikan hingga sekarang, berdasarkan pembagian raport
tgl 4 Juni 1986 aku dinyatakan naik ke kelas II dengan nilai rata-rata Semester
I adalah 8, sedangkan Semester II 8,3 sebagai ranking I di kelas I A. Aku lupa
siapa saja teman-temanku yang sekelas di kelas I A tersebut.
Naik kelas II aku menempati Kelas II D, salah satu teman sekelasku di
II D yang masih aku ingat hingga sekarang adalah Rusmansyah (Rusmansyah Kameeswara) yang kemudian
juga menjadi temanku untuk melanjutkan sekolah di Yogyakarta bahkan hingga IAIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta. Wali Kelasku di II D Semester I adalah Bapak Drs.
Jamaluddin, sedangkan di Semester II adalah Bapak Drs. Saleh. Prestasi bagus
masih dapat aku pertahankan dengan nilai rata-rata Semester I 8,2 dan Semester
II 8,05 untuk naik ke kelas III sebagai rangking pertama.
Kelas III aku menempati Kelas III A dengan Wali Kelas adalah Ibu Dra.
Tutut Sholehah, sekarang salah satu staff pengajar di STAIN Palangkaraya.
Menurutku pengalamanku paling seru selama di MTsN Palangkaraya ada di Kelas III
A tersebut yang membuat aku hampir hafal semua teman-teman sekelas, yang
nantinya akan aku posting secara terpisah tentang itu.
Alhamdulillah di kelas III inipun aku masih sanggup mempertahankan
prestasi belajarku dengan menempati ranking pertama dengan nilai rata-rata 8,1
baik untuk Seemester I maupun Semester II dan dinyatakan lulus pada tahun 1988.
Selama di MTsN Palangkaraya, hampir semua kegiatan sekolah aku ikuti
secara aktif, mulai dari kegiatan olahraga, OSIS, Pramuka dan berbagai kegiatan
lainnya. Bahkan pada tahun 1986-1987 pada saat duduk di kelas II aku menjadi
Ketua OSIS MTsN Palangkaraya, organisasi resmi pertama yang aku pimpin secara
formal.
Dalam hal belajar, aku berkumpul bersama Salmiah, Dahliani,
Tajudinnoor, Mujibah, empat orang temanku yang seakan membentuk 5 sekawan yang
sebenarnya masing-masing bersaing sangat ketat dalam hal rangking pelajaran di
sekolah dan kami ber-4 kecuali Mujibah, sama-sama keluaran dari MIS NU
Palangkaraya yang melanjutkan sekolah di MTsN Palangkaraya.
Dalam hal pertemanan, teman terakrabku di MTsN Palangkaraya adalah
Syahrani , M. Fauzi dan Bahriannor di Kelas III A, ada juga yang beda kelas
seperti Rusmansyah , Fitriadi Anang Kurihing, Marsako (Marsako Kp), Endang Hastuti,
Fithratiyah, Hariyadi, M. Sidik, dll. Sedangkan
teman-teman kakak kelas yang aku kenal dan akrab antara lain adalah Syahrani
(nama sama tapi kakak kelasku), Murjani, M. Rifani, Hendra Darmadi, Darmawatie
Sandan, Rina Rusmalina, Ami Mastati dan Lusi Apriani. Kakak kelas diatasnya
lagi antara lain adalah Faridah, Nur Ainawiyah, Ardiansyah dll.
Beberapa adik kelas yang sempat aku kenal dan sedikit akrab antara
lain adalah Noormansyah, Khairullah, Monses Fiatna, Qoyyimah, Fitriani, AanAbida Wasilah, Tri Wahyu Ningsih, dll. Beberapa kakak
kelasku yang dulu kukenal sangat aktif di Pramuka antara lain adalah Syaiful
Bahri, M. Lilis, Sujatmi, M. Iqbal, dll.
Orang-orang yang berjasa besar sebagai guru-guruku di MTsN
Palangkaraya antara lain adalah Dra. Hj. Apong Atikah, Kepala Sekolah yang
kemudian digantikan Bapak Drs. Yusran Hasani, Ibu Dra. Tutut Sholehah wali
kelasku di III A, Ibu Badriyah guru Bahasa Arabku sekaligus Pembina OSIS-ku,
Ibu Noorham guru Aqidah-Akhlaq-ku, Ibu Sujamsih, Bapak Rosyidi, Pak Samzaeni,
Pak Joko Purwono, Ibu Anis, Bapak Bahrudin, Bapak Abdul Ghaffar (dulu Kepala
TU) dan staf-stafnya seperti Ibu Rida, Ibu Nila dll. Mereka semua, mungkin
masih ada yang lupa aku sebutkan satu persatu, adalah orang-orang yang berjasa
membimbingku, memberikan pengaruh positif dalam salah satu babak kehidupanku
ketika menempuh pendidikan di MTsN Palangkaraya.
No comments:
Post a Comment