Belanda berhasil melakukan pembalasan atas kekalahan menyakitkan mereka 1-0 dari Spanyol di Final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan membungkam Spanyol dengan skor telak 1-5 di partai perdana group B Piala Dunia Brazil 2014. Tidak banyak pengamat atau pemerhati bola yang menduga hasil akhir yang begitu jomplang. Hampir semua orang memperkirakan partai ini akan berlangsung dengan ketat dan jika pun ada yang menang kemungkinan hanya dengan angka tipis. Tapi hasil akhir berkata lain.
Jika melihat fakta di lapangan, terutama di awal pertandingan, Spanyol kelihatan tetap dominan dengan penguasaan bola yang menjadi andalan mereka selama ini, tetapi di sisi lain, Belanda juga berhasil membuat Spanyol tidak nyaman dengan pressing ketat mereka yang mengakibatkan operan-operan pendek dan cepat Spanyol tidak berjalan mulus. Statistik versi Goal.com menunjukkan meskipun Spanyol unggul di penguasaan bola hingga 64%, tetapi justru Belanda yang tampil efektif dan efisien.
Kekalahan Spanyol di partai pertama Piala Dunia 2014 ini tidak secara otomatis menutup peluang mereka untuk terus melaju bahkan untuk menjuarai Piala Dunia, karena tahun 2010 mereka juga kalah 0-1 dari Swiss di laga pertama, tetapi kemudian berhasil menjadi juara dunia. Tetapi kali ini, kekalahan dengan skor besar 1-5 dari Belanda ini, tentu akan menjadi beban yang akan menyulitkan atau memberatkan langkah mereka di partai berikutnya dan memunculkan keraguan atas kepantasan dan kelayakan mereka untuk kembali menjadi juara dunia. Dan seandainya pun mereka kembali berhasil menjadi juara dunia, kekalahan telak itu akan tetap menjadi noda hitam dan beban sejarah yang akan terus mencoreng prestasi mereka.
Atau kekalahan ini sebagai tanda berakhirnya sebuah era ? Spanyol begitu dominan beberapa tahun terakhir terutama dengan keberhasilan meraih gelar Piala Eropa dan Piala Dunia edisi terakhir. Mereka datang ke Brazil dengan status unggulan utama selain tuan rumah Brazil dan Argentina. Keyakinan itu semakin diperkuat dengan keberhasilan Real Madrid meraih gelar ke-10 Liga Champion Eropa bahkan dengan menciptakan final sesama klub Spanyol melawan Atletico Madrid. Tetapi di balik fakta-fakta keberhasilan tersebut, sebenarnya juga tersimpan beberapa hal yang ikut berperan melemahkan Spanyol, seperti lepasnya posisi Iker Casilas sebagai kiper reguler Real Madrid di liga Spanyol. Kondisi itu sedikit banyaknya mempengaruhi kepercayaan diri, refleks dan mentalnya karena kehilangan situasi kompetitif. Padahal Casilas adalah kapten dan simbol Spanyol. Faktor lain adalah menurunnya performa dan prestasi Barcelona sebagai sebuah tim, sementara sebagian anggota skuad Barcelona juga masih dipercaya sebagai punggawa inti tim Spanyol.
Paling tidak, 2 faktor itulah yang tampak terjadi di pertandingan Spanyol vs Belanda kali ini. Iker Casilas tetap menjadi andalan dan kapten Spanyol. Ada 5 pemain Barcelona yang menjadi starter, G Pique, Jordi Alba, Sergio Busquet, Xavi Henrnandez dan Andreas Iniesta, itupun masih ditambah Pedro dan Fabregas yang masuk sebagai pengganti. Itu fakta yang terjadi di lapangan. Sementara kalau dilihat dari proses terjadinya 5 gol ke gawang Spanyol juga menunjukkan alasan yang kurang lebih sama, merujuk ke 2 faktor tersebut. Gol pertama Robin van Persie di akhir babak I melalui sundulan melampaui jangkauan Casilas yang terlanjur maju. Gol kedua, aksi Arjen Robbin mengelabui Pique. Gol ketiga yang dicetak Vrij terjadi karena salah antisipasi Casilas yang tidak mampu menjangkau bola lambung dari sepak pojok. Gol ke-4, Casilas kelihatan gugup dan panik menerima back pass, salah kontrol dan bola direbut RvP yang dengan mudah menceploskan ke gawang kosong. Sedangkan gol ke-5 merupakan counter attack melalui aksi Robbin dari tengah lapangan yang menang adu sprint atas bek-bek Spanyol.
No comments:
Post a Comment